Hosting Murah

Upgrade website/ blog menjadi .com atau .id hanya Rp.1000/ bulan Di sini

Sastra dan Literatur Arab ketika datangnya Islam

Islam datang pada abad ke 6 Masehi di Arab dibawakan oleh Utusan Allah Muhammad SAW al musthafa. Sebelum datangnya Islam, periode di Arab disebut periode Jahily atau kebodohan atau Dark Age. Arab pada masa itu mengalami kebodohan dalam akidah, kerusakan moral, dan minimnya kesejahteraan dan ketentraman dalam masyarakat Arab. Kedatangan Islam menyelesaikan semua masalah yang telah disebutkan, bahkan mengangkat Arab sebagai salah satu bangsa yang memiliki peradaban yang sangat maju.

Datangnya Islam juga menjadi salah satu penyebab kebangkitan Ilmu dan Adab. Melalui Al-Qur’an manusia yang berada di Arab dituntun untuk mencari Ilmu-ilmu yang berguna dan memacu kebangkitan Sastra karena keindahan bahasa Al-Qur’an menjadi inspirasi bagi para penyair pada masa kedatangan Islam. Walaupun Al-Qur’an lebih indah dari Sya’ir, Al-Qur’an bukanlah sya’ir, ia adalah kalamullah(perkataan Allah) yang berisi petunjuk bagi siapapun yang beriman.
Replika Mushaf Al-Qur'an pertama

Perkembangan  Sya’ir pada masa kedatangan Islam tidak jauh berbeda dengan perkembangan sya’ir pada periode sebelumnya, namun ada beberapa factor yang menjadikan sastra arab mengalami masa kebangkitan hingga fungsi sya’ir menjadi lebih bermakna dan lebih bermanfaat.

Keagamaan
Bangsa Arab sebelum kedatangan Islam adalah penyembah berhala. Berhala-berhala itu dijadikan sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah swt berdasarkan sangkaan mereka. Sya’ir-sya’ir arab pun sebelum kedatangan islam sangat dipengaruhi oleh Ritual-ritual menyembah berhala, bahkan sering menyebut nama berhala tersebut dalam Sya’ir mereka. Diantara berhala yang paling sering disebut adalah Lata wa Uzza.

Kedatangan Islam mengubah kebiasaan penyair yang sering menyebut berhala dalam karyanya. Bahkan mengubahnya secara total hingga tidak ada bekas bahwa mereka dahulunya adalah penyembah berhala. Sya’ir di masa awal islam walaupun sangat minim yang tertulis berisikan kata-kata indah pemantik semangat untuk berjuang di jalan Allah. Sehingga syair juga menempati peran penting dalam perkembangan Islam. Diantara sahabat-sahabat yang ahli dalam bersyair ialah Ali bin Abi Thalib.

Politik
Kedatangan Islam mengubah arus politik arab yang sebelumnya menganut kesukuan menjadi sebuah Negara kesatuan yang didasari persaudaraan Muslim. Dahulu, arab dikendalikan oleh beberapa kabilah yang sering berperang untuk menentukan siapa yang paling berkuasa. Qurays selaku pelayan tanah suci memegang kendali atas makkah, madinah diduduki oleh bani aus dan khazraj, juga terdapat yahudi bani nadhir dan quraizah, begitu juga di daerah lainnya di arab. 
Kedatangan islam mengubah semuanya, Rasululllah mempersaudarakan Aus dan Khazraj sehingga berdiri Negara polis yang berpusat di madinah al-munawwarah kemudian memperluas dengan fathu makkah. Dan pada masa Umar bin Khattab Negara Islam sudah mencapai Iraq dan Syam setelah menaklukan Kekaisaran Persia dan mengusir Romawi dari Syam, Islam juga menaungi Yaman dan Habasyah.

Perkembangan politik ini juga menyebabkan Sastra arab berkembangan seiring berkembangnya Islam, Sya’ir-syair arab mulai berisi semangat-semangat perjuangan dan persaudaraan, dan juga mempengaruhi permasalahan politik.

Ilmu pengetahuan
Bidang ini merupakan faktor yang paling berpengaruh kedua dalam perkembangan sastra Arab. Berkembangnya Ilmu pengetahuan di Arab baik Ilmu Agama ataupun Teknologi memantik api perkembangan Sastra Arab. Sebagaimana dijelaskan sebelumnya, Arab adalah bangsa yang kebanyakan dari mereka tidak mampu membaca dan menulis sehingga mereka membutuhkan media khusus untuk mewariskan dan mengajarkan Ilmu pengetahuan, dan Sya’irlah media tersebut.
Kita bisa memperhatikan karya-karya ulama-ulama pada masa Sahabat, sebagai contoh Ibnu Abbas. Ibnu Abbas adalah seorang faqih dan memiliki banyak murid di makkah. Murid-murid beliau menggunakan Sya’ir untuk mewarisi Ilmu dari Ibnu Abbas kepada lainnya.
Illustrasi Abul Aswad Ad-duali, penemu Ilmu Nahwu

Selain Ibnu Abbas, ada Abul Aswad Ad-Duali peletak dasar Ilmu Nahwu dalam bahasa Arab. Beliau juga membuat bait-bait sya’ir yang menunjukan bagaimana aturan-aturan dalam bahasa arab. Ali bin Abi Thalib adalah salah satu sahabat yang paling bagus sastranya menulis Nahjul Balaghah yang banyak berisi Sya’ir dan Natsrul Adabi.

Fenomena ini memberikan fungsi baru kepada Sya’ir yaitu sebagai media pengajaran Ilmu dan Pengetahuan yang ada pada masa sahabat hingga pada suatu masa bangsa arab bisa membaca secara mayoritas, walaupun saat hal tersebut terjadi bangsa arab tetap menggunakan Syair sebagai media pewarisan Ilmu pengetahuan.

Walaupun Syair jarang tertulis pada masa ini (karena sahabat-sahabat lebih focus kepada pembukuan Al-Qur’an dan penulisan Ilmu pengetahuan) namun, Syair tetap memegang peranan penting dalam kehidupan Bangsa Arab dan Umat Muslim sendiri hingga masa Daulah Umawiyah. 

Sumber : Kulliyah Ust. Syahminan, MA (Dosen Tarikh Adab Wa Nushuh Arabiy, UIN Ar-Raniry)

SHARE

Ibnu Hisham Az-Zuhri

Hi. I’I'm Writer and owner of this site. I’m CEO/Founder of Maktabah Az-Zuhri. I’m Islamic educator, Islamist Activist, Speaker, Writer and Student. Inspired to make things looks better.

  • Image
  • Image
  • Image
  • Image
  • Image
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Post a Comment