Hosting Murah

Upgrade website/ blog menjadi .com atau .id hanya Rp.1000/ bulan Di sini

Berhentilah saling menuduh antar Muslim

Saling Tuduh
Menanggapi fenomena akhir-akhir ini terutama di tempat tinggal penulis dan juga beberapa kejadian yang sedikit menggemparkan Indonesia. Yaitu fenomena perpecahan dalam sebuah Umat yang harusnya bersatu dan bersaudara. Sebuah kejadian yang sebenarnya sudah ada sejak zaman dahulu, namun tampaknya semakin parah seiring berjalannya zaman. Karena parahnya, jalan damai seperti sulit dicapai antara pihak yang berseteru.

Beberapa bulan lalu, terjadi sebuah kejadian yang sedikit memalukan dan mencoreng citra umat ini dimata umat lain. Bahkan kejadian ini terjadi di tempat yang suci dan bulan yang diagungkan. Juga peristiwa pengusiran terhadap satu kelompok. Kelompok yang menjadi korban malah memberikan serangan balasan, sungguh perkara yang aneh. Penulis tidak akan menceritakan kejadian ini seperti apa, dan juga tidak memihak kemanapun silakan ditelusuri melalui artikel lainnya tentang kejadian ini. Tetapi ada satu hal yang bisa digaris bawahi yaitu “saling vonis antar saudara”.
Muslim adalah bersaudara dalam Iman kepada Allah

Tidak boleh dipungkiri bahwa setiap muslim adalah bersaudara, Arab atau Non-Arab, Kulit Hitam ataupun Putih, Kaya ataupun Miskin, semua disatukan dalam satu ideology yaitu Islam. Tauhid adalah sebuah garis dimana setiap muslim berdiri diatasnya dan menjadikan umat islam ini kokoh dan kuat. Persaudaraan ini seyogyanya tidak memandang perbedaan cara beribadah selama masih ditolerir, perbedaan cara berdakwah, perbedaan dalam berpendapat. Sehingga Umat Islam ini nantinya akan menjadi Umat yang cerah dan indah dalam toleransi perbedaan dan kokoh karena Tauhid.

Tidak pantas antar sesama saudara menvonis saudara yang lain dengan hal yang buruk seperti “Kau ini ahli neraka” atau “Kami ini Ahli Surga, kalian bukan”. Perkataan ini dan yang semakna dengannya adalah perkataan yang sangat dilarang dalam Agama Islam. Dalam surah an-najm ayat 32 Allah melarang kita merasa suci, bersih dan mengagungkan diri dengan merasa paling taqwa karena Allah yang paling tahu siapa yang paling bertaqwa. Ditambah lagi firman Allah pada surah Al hujuraat ayat 11, jelas kita tidak boleh merendahkan kaum/ saudara kita yang lain.

Saling vonis ini adalah pekerjaan yang merendahkan nama baik pemvonis dan yang divonis. Jika
berbicara tentang Umat Muslim, tentunya kita seperti menjelekkan diri sendiri di depan Umat Lainnya. Barangkali saat ini Umat-umat sebelah sedang tersenyum bahkan tertawa ketika melihat kita saling mencela. Diantara mereka yang punya niat buruk terhadap umat ini boleh jadi berpikir “Kita tidak perlu menyerang mereka, toh mereka akan hancur sendiri”. Alangkah bahayanya pekerjaan saling tuduh ini. Dan Barangkali inilah salah satu factor hingga kita tidak mendapat serangan fisik dari musuh sebagaimana saudara-saudara kita di belahan bumi lain.

Bahkan jika sampai pada tingkatan menjatuhkan orang dalam tuduhan “Penghuni Neraka”, ketahuilah bahwa ini adalah seburuk-buruk tuduhan dan seburuk-buruk perkataan. Ingatlah bahwa Surga dan Neraka adalah Hak Allah, yang memiliki wewenang tentang penentuan penghuni kedunya adalah Allah swt. Bahkan Rasulullah hanya mengabarkan siapa yang telah Allah tetapkan sebagai penghuni surga dan neraka. Juga tidak pernah ditemukan riwayat bahwa ada diantara Sahabat Nabi yang melaqab orang lain dengan Ahli Neraka kecuali telah jelas bahwa dia adalah penghuni neraka sebagaimana dikabarkan AL-Qur’an, seperti mati kafir, mati bermaksiat dll.
Hanya seorang hamba yang masih butuh pada yang Maha Kuasa

Lantas, beranikah kita yang hanya kumpulan daging yang diberi akal dan Ruh dan tidak akan mampu bergerak kecuali dengan izin Allah sang pencipta, menyatakan dengan lantang bahwa orang yang masih dalam keadaan Muslim, dan tidak bermaksiat bahwa dia adalah ahli neraka. Beranikah kita yang tidak mampu menjamin bahwa diri sendiri masih bisa bernafas esok hari mengaku dan merasa bahwa diri ini sudah pasti berada di Surga. Sadarlah, kita tidak boleh mendahului Allah yang maha awal. Terutama dalam masalah ini.

Sebagai Muslim yang sebenarnya bersaudara dengan Muslim lainnya. Hendaknya kita mampu menanamkan Ukhuwah ini dalam diri. Hingga kita mencapai keimanan yang sebenarnya. Tidak akan beriman seseorang sampai mencintai saudaranya sebagaimana dia mencintai dirinya sendiri. Pekerjaan saling vonis dengan tuduhan yang macam-macam dan aneh ini harus dihilangkan mulai dari diri sendiri.

Berhentilah dari perdebatan panjang yang hanya menguras energi tanpa menghasilkan solusi. Mulailah dengan berdiskusi pada yang hal telah kita sepakati bersama, berpikirlah bagaimana membangun umat, aturlah strategi mempertahankan umat, dan jadilah orang yang selalu berlomba dalam melakukan kebaikan.

Insya Allah, Umat muslim selalu berada dalam Kebaikan dan Lindungan Allah swt, dan akan mencapai kemenangan di Dunia dan Di Akhirat nanti. Aamiin.

Ibnu Hisham Az-Zuhri
SHARE

Ibnu Hisham Az-Zuhri

Hi. I’I'm Writer and owner of this site. I’m CEO/Founder of Maktabah Az-Zuhri. I’m Islamic educator, Islamist Activist, Speaker, Writer and Student. Inspired to make things looks better.

  • Image
  • Image
  • Image
  • Image
  • Image
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Post a Comment