Hosting Murah

Upgrade website/ blog menjadi .com atau .id hanya Rp.1000/ bulan Di sini

Inilah asal muasal Bangsa Turki

Turkish Ottoman Flag
Turki bukanlah bangsa Arab ataupun serumpun dengan Arab sebagaimana anggapan banyak orang selama ini. Melihat dari struktur wajah, gaya berpakaian, bahasa dan budaya, sangat tampak perbedaan antara Arabian dan Turkish. Ditinjau dari ras, bangsa Arab adalah Ras Samiyah atau Semit sementara Turki adalah Turani atau Tur. Max Muller, salah satu ahli bahasa mengatakan bahwa Turani dan Samiyah adalah dua Ras yang memiliki bahasa yang berbeda.

Bangsa Arab berkulit Coklat dengan mata yang agak besar, berbanding terbalik dengan turki berkulit kuning dan bermata agak sipit kecuali beberapa orang turki yang mengalami pencampuran dengan bangsa eropa. Turki juga tidak menggunakan jubbah dan sorban seperti yang orang Arab gunakan. Dan Bahasa turki juga memiliki perbedaan dengan bahasa Arab dan keduanya bukan berasal dari rumpun yang sama walaupun banyak kosakata bahasa arab yang diadopsi ke bahasa turki. Dengan ini dapat disimpulkan bangsa turki bukanlah bangsa arab.



Hal ini diperkuat dengan perlakuan para khalifah Dinasti Bani Abbas terhadap Atrak(Bangsa Turki). Perlu diketahui pada masa bani Abbasiah, walaupun sebagian besar Khalifah orang arab, pejabat-pejabat Khilafah tidak lagi berasal dari Arab akan tetapi lebih heterogen, termasuk bangsa turki di dalamnya. Khalifah Al Mu’tashim billah adalah khalifah pertama yang memasukkan bangsa turki ke dalam struktur pemerintahannya sebagaimana dikatakan oleh Imam As-suyuthi dalam Tarikh Khulafa’nya, ini menunjukkan bahwa bangsa turki dianggap berbeda oleh Khalifah karena mereka bukanlah orang Arab.
Turkistan Land

Berbicara soal Asal bangsa turki, kita akan mendapati fakta bahwa Anatolia(Asia Kecil) yang menjadi bagian Negara turki hari ini bukanlah daerah asal mereka. Berbeda dengan Bangsa Arab, Jazirah Arab adalah Tanah air dan tempat berasalnya bangsa Arab itu sendiri. Bangsa turki sendiri berasal dari daerah yang sangat jauh dari Negara Turki sekarang. Mereka berasal dari sebuah Tanah yang dikenal dengan Turk atau Turan atau Atrak.

Dalam bukunya Ad-daulatu Utsmaniyah Awamilul Nuhudhi wa Asbabus Suquthihi, Ali Muhammad Ash-shalabi berkata bahwa turki berasal dari daerah Manthiqah maa waraa An-Nahr atau sebuah daerah dibelakang Sungai. Istilah ini sangat popular dikalangan ahli sejarah Islam, daerah ini ditujukan kepada daerah Transoxania yang terletak di luar Sungai Oxus atau Amu Darya, daerah yang kini merupakan bagian Negara Uzbekistan, Tajikistan, Turkmenistan dan sebagian kecil dari Kazakhstan. Di daerah ini pula terletak kota Bukhara dan Samarkand. Tempat ini juga disebut Turkistan.

Turk atau Atrak sendiri berbatasan dengan dataran tinggi Mongol dan China Utara di timur, Laut Kaspia di Barat, Padang Siberia di utara, dan Subcontinent India di Selatan. Di daerah ini tinggal puluhan Oghuz(Turk) dan Kabilah-kabilahnya dalam jumlah besar, berdampingan dengan bangsa mongol yang bengis, kebanyakan mereka berprofesi sebagai petani dan juga beberapa dari mereka hidup nomaden(mengembara).
Sungai Amu Darya atau Oxus river

Bagaimana mereka bisa mendiami Asia kecil sementara asal mereka dari Turkistan yang letaknya sangat jauh?. Pada abad ke 6 Masehi, disaat Arab diterangi dengan datangnya Rasulullah SAW dan membawa ajaran Islam, mereka melakukan migrasi besar-besaran menuju barat. Migrasi ini disebabkan oleh tekanan dan serangan bangsa mongol terhadap kehidupan bangsa Turki sebagaimana dicantumkan dalam buku Ali Muhammad Ash-Shalabi dan didukung oleh Lucy Garnett dalam bukunya The Turkish people. Disamping itu migrasi bangsa turki dilatari persoalan ekonomi karena tanah Turkistan kurang subur sehingga mereka mencari penghidupan di barat.

Bangsa turki dalam migrasinya menyusuri sungai oxus, dan menuju Thabaristan(tepi selatan Laut Kaspia) lalu menetap selama beberapa waktu disana lebih tepatnya di Gorgan, Persia. Gorgan sendiri sangat dekat dengan Persepolis, yang saat itu merupakan ibukota Kekaisaran Sasanid atau lebih kita kenal denga Kisra. Sasanid sendiri ketika kedatangan turki di thabaristan sudah ditaklukan oleh Islam. Turki terus melanjutkan migrasi mereka hingga ke Asia Kecil atau Anatolia. Dan terus menetap disana hingga kini. Dan ini asal mulanya Bangsa Turki mendiami Asia kecil seperti sekarang.

SHARE

Ibnu Hisham Az-Zuhri

Hi. I’I'm Writer and owner of this site. I’m CEO/Founder of Maktabah Az-Zuhri. I’m Islamic educator, Islamist Activist, Speaker, Writer and Student. Inspired to make things looks better.

  • Image
  • Image
  • Image
  • Image
  • Image
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Post a Comment