Hosting Murah

Upgrade website/ blog menjadi .com atau .id hanya Rp.1000/ bulan Di sini

Kisah Islamnya Umar bin Khattab

Lelaki ini berbadan besar, kuat, dan tangguh. dilahirkan ditengah Bani 'Adi, sejak kecil telah belajar untuk Mandiri, di usia remajanya berani menolak yang bukan haknya, selalu tegas dan kokoh pendirian, keberaniannya dikenal dikalangan Quraisy, kekuatan fisiknnya mampu menahan puluhan orang yang berusaha mengeroyokinya, kebijaksanaannya sangat masyhur, bahkan abu jahal memuji  segan kepadanya, ke-Islamannya ditunggu dan diharapkan oleh Nabi SAW, ketika dia Islam maka itu adalah Rahmat bagi Agama ini. Di tangannya Mesir ditaklukan, Syam dipeluk Islam, Persia terpaksa Runtuh dan Islam memulai kejayaannya. Rasulullahpun berkata seandainya ada Nabi setelahnya Dia adalah Umar bin Khattab ra bergelar Al-Faruq.

Umar adalah salah satu sahabat paling dekat dengan Nabi Muhammad SAW, Usianya sedikit lebih muda daripada Rasulullah SAW. Menjadi Khalifah setelah ditunjuk langsung oleh Abu Bakar Ash-Shiddiq. Pelopor sistem majelis syuro ketika memilih pemimpin selanjutnya. Meninggal dalam keadaan mulia, kepergiannya ditangisi banyak orang karena melalui tangannya Islam menyebar ke seluruh Dunia.

Islamnya Umar sangatlah ditunggu oleh Umar Islam setelah kepergian dua pembela Rasulullah yaitu Khadijah dan Abu Thalib. Saat itu Islam membutuhkan sosok yang kuat dan disegani Quraysh maka Rasulullah pun berdo'a meminta kepada Allah seraya berkata :



اللهم أيد الإسلام بعمرو بن هشام أو عمر بن خطاب
 Ya Allah, Anugerahi Islam dengan Amru bin Hisyam (Abu Jahal) atau dengan Umar bin Khattab

Rasulullah memohon Allah agar memilih satu dari dua tokoh yang disegani oleh Qurasyh. maka Allah memilih Umar bin Khattab. Kisah ke-Islaman Umar merupakan Kisah yang Dramatis, saat Allah membalikkan hati Umar yang hendak membunuh Muhammad SAW menjadi Rasa Cinta yang tinggi kepada Junjungan Alam semesta.

 Berawal darikepulangan Amru bin Ash (yang saat itu belum memeluk Islam) dari Habasyah untuk bernegosiasi dengan Najasyi agak menolak kehadiran Muslimin di Negeri Habasyah. Amr membawa berita buruk bahwa Muslimin diterima dengan baik oleh Najasyi bahkan sang raja sendiri memeluk Islam. Sontak Amru bin Hisyam (Abu Jahal) marah dan langsung mengadakan musyawarah. Umar yang hadir saat itu keluar dari Musyawarah dan pulang kerumah untuk mengambil pedang. Dia berniat membunuh Muhammad karena telah memecah belah kaum qurasyh dan mengacaukan sistem agama orang-orang Qurasyh.

Dalam perjalanan menuju tempat Rasulullah SAW, Umar bertemu dengan Naim bin Abdullah. Penduduk Mekkah sangat mengenal Umar, jika Umar membawa pedang maka pastilah dia hendak membunuh. Na'im bertanya kepada Umar.

"Perkara apa yang mendorongmu untuk membawa pedang wahai Umar, Siapa yang ingin kau bunuh?". Na'im bertanya sambil menghalangi jalan Umar.

"Muhammad!!. Dia telah mengacaukan Quraysh dengan Agama barunya." Jawab Umar dengan nada tinggi.

"Demi Allah, Engkau telah terpedaya oleh kemarahanmu. apa engkau ingin Bani Abdi manaf mengucilkanmu setelah kau membunuh Muhammad. kenapa kau tidak kembali ke keluargamu? Adik mu Fatimah dan Suaminya, aku dengar mereka telah menjadi Muslim." Naim memberikan khabar kepada Umar agar tidak jadi membunuh rasulullah.

Kemarahan Umar semakin besar setelah mendengar keluarganya sendiri yang memeluk Islam. Umarpun bergegas menuju rumah adiknya. Sementara itu di rumah Fatimah, Khabbab bin Arat sedang mengajarkan wahyu baru yang diterima rasulullah. ketika Umar tiba didekat rumah Fatimah terdengar suara Khabbab sedang membaca. Segera Umar mengetuk pintu rumah adiknya.

Fatimah terkejut dan menyuruh Khabbab bersembunyi dibelakang rumahnya. Saat Fatimah membuka pintu Umar menerobos masuk dan bertanya dengan Nada membentak kepada Fatimah dan Suaminya Said bin Zaid.

"Haiamah(Syair yang jarang terdengar) apa yang aku dengar barusan?" Umar bertanya sambil melotot.

"Kami tidak mendengar apapun" Fatimah menjawab sambil memandang Suaminya.

"Jangan menutupi sesuatu dariku, Aku dengar kalian berdua telah menjadi Islam!" Umar semakin  marah.

Umar pun ingin menerjang Said tetapi dihalangi oleh Fatimah hingga Umar pun memukul Fatimah dan berceceranlah darah dari wajah adiknya. Said tidak mampu berbuat apapun mengingat Umar lebih kuat darinya. Sambil memegang wajahnya dan menagis Fatimah mengakui ke-Islamannya dan Suaminya.

Umarpun terduduk melihat darah yang ada diwajah adiknya, menyadari dia telah berbuat khilaf. Umar meminta suhuf yang didengarnya tadi. Fatimah menyembunyikannya dan menolak untuk memberikannya. Umar meminta untuk kedua kali dan berjanji tidak akan menyobek-nyobeknya. Fatimah masih menolak karena Umar masih dalam keadaan bernajis, maka Umarpun mandi dan kembali, Fatimahpun spontan memberi suhuf yang dibacakan Khabbab tadi.

طه
ما أنزلنا عليك القرآن لتشقى

Ketika Umar membacanya, suasana hati Umar berubah dan Dia merasa takjub dengan Kalam ini. Umar pun mendapatkan Hidayah dan melanjutkan bacaannya. mengetahui hal itu, Khabbab keluar dari persembunyiannya dan mengatakan kepada Umar.

"Allah mengabulkan Do'a Nabi-Nya!". kata Khabbab

"Khabbab!!" Umar terkejut

"Sungguh Nabi telah berdoa agar menganugrahi Islam dengan salah satu dari dua orang Amru bin Hisyam atau Umar bin Khattab, dan Allah telah memilihmu". Khabbab berkata sambil tersenyum.

"Beritahukan aku tempat Rasulullah!" Umar meminta Khabab

"Sungguh Beliau berada di Shafa". Khabbab menjawab tanpa berpikir lagi.

Umar pun bergegas ke Shafa dengan tetap membawa pedangnya. orang-orang Makkah melihat Umar dan menghidar seraya memberi jalan. Setiba di depan Rumah tempat Rasulullah berada. Umar mengetuk pintu, Salah satu sahabat mengintip dan melihat Umar bersama pedangnya. Rasa khawatir menyelimuti seluruh penghuni Rumah tersebut (Abu Bakr, Ali, Hamzah dan beberapa Shahabat lainnya).

"Umar, dan dia membawa pedang". salah satu sahabat berkata dengan rasa takut.

"Biarkan dia masuk, jika niatnya baik maka itu adalah Rahmat Allah, jika buruk maka kami siap menahannya dan melawannya." Hamzah menjawab dengan yakin.

Hamzah membuka pintu dan langsung bergulat dengan Umar, begitu juga Sahabat yang lain juga berusaha melawan Umar namun tak berarti. Setelah lolos dari seluruh sahabat Umar menuju Rasulullah dan berkata.

"Apa yang membawamu kemari wahai Ibnu Khattab?". Rasulullah bertanya kepada Umar.

"Aku datang untuk beriman kepada Allah dan Rasulnya". Umar mengatakan dengan tegas di depan Rasulullah

Seluruh penghuni rumah terdiam, sesaat kemudian semuanya bertakbir dan memeluk Umar. Akhirnya Umarpun menjadi Islam. Rahmat telah turun kepada Islam. dan berita Islamnya Umar menjadi pukulan bagi Kafir Quraysh. Umar pun menjadi pembela Islam yang berada dibarisan terdepan. hingga Dia menjadi Khalifah Islam.

Kisah Umar adalah salah satu contoh kekuasaan Allah membalikkan Hati yang benci menjadi Cinta, dan bukti bahwa pertolongan Allah selalu datang tanpa diduga.

Sumber : Sirah Nabawiyah Ibnu Hisyam dan Kisah ini diceritakan oleh guru Ibnu Hisyam yaitu Ibnu Ishaq, Juz 1 hal 234
SHARE

Ibnu Hisham Az-Zuhri

Hi. I’I'm Writer and owner of this site. I’m CEO/Founder of Maktabah Az-Zuhri. I’m Islamic educator, Islamist Activist, Speaker, Writer and Student. Inspired to make things looks better.

  • Image
  • Image
  • Image
  • Image
  • Image
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Post a Comment