Hosting Murah

Upgrade website/ blog menjadi .com atau .id hanya Rp.1000/ bulan Di sini

Pendapat Ulama tentang Bacaan Basmalah dalam Al-Fatihah

Al-Fatihah adalah salah satu rukun Shalat dan surah pertama dalan Al-Qur'an. Jumlah ayatnya adalah 7 ayat. Penting bagi setiap Muslim untuk mengetahui Surah ini secara detail.  Karena surah ini adalah surah yang setidaknya kita baca 17 kali sehari dalam shalat lima waktu. Apa artinya jika kita membaca sesuatu akan tetapi tidak mengetahui apa yang kita baca.

Shalat dianggap tidak sah jika kita tidak membaca surah Al-Fatihah. Dalam keseharian, Setiap Shalat berjama'ah kita mendapati Imam membaca Surah Al-Fatihah dan menyaringkan bacaan Basmalah. Namun, kita juga akan menemui Imam yang langsung memulai dengan bacaan Alhamdulillahi rabbil 'alamiin, dan kita tidak mendengar bacaan Basmalah.

Lantaran kita selalu mendengar bacaan Imam yang menyaringkan basmalahnya, kita justru menvonis bahwa Imam yang tidak men-jahrkan basmalah dengan logo "sesat". Hal ini merupakan tindakan yang sangat tidak terpuji dan merupakan perbuatan orang tidak memiliki ilmu. Faktanya, Imam Masjidil Haram dan Masjid Nabawi tidak menjahr-kan bacaan basmalahnya, begitu juga kebanyakan Masjid di Timur tengah dan belahan dunia lain. Sangatlah aneh ketika ada yang mengatakan bahwa Imam di dua Masjid ini dan Masjid lainnya sesat.

Ketika Kita tidak mendengar Imam membaca Basmalah ketika menunaikan rukun Al-Fatihah, bukan berarti Imam tersebu tidak membaca Basmalah. Akan tetapi Imam tersebut membacanya secara Sirr(tidak nyaring, lawan dari jahr), Begitu juga sebaliknya. Hal ini yang tidak diketahui oleh banyak orang.

Lantas, Bagaimanakah hukum Imam yang tidak menjahr-kan Basmalah dalam Al-Fatihah?. dan Apakah Basmalah termasuk dalam 7 ayat Al-Fatihah atau tidak?. Mari kita lihat pendapat-pendapat ulama tentang hal ini, khusus dari sudut pandang Fiqh 4 mazhab.

Pendapat Abu Hanifah tentang hal ini :
Basmalah bukannya salah satu ayat dari Al-Fatihah dan juga bukan ayat dari surat lainnya kecuali dalam surah An-Naml ayat 30. beliau berpendapat seperti ini berdasarkan Hadits dari Anas bin Malik


: «صليت مع رسول الله صلّى الله عليه وسلم وأبي بكر وعمر وعثمان رضي الله عنهم، فلم أسمع أحداً منهم يقرأ بسم الله الرحمن الرحيم»

"Saya Shalat bersama Rasulullah SAW, Abu Bakr, Umar, dan Ustman Radhiya Allahu 'anhum, dan saya tidak mendengar satupun dari mereka membaca Bismillahirrahmanirrahim."

Akan tetapi Mazhab Hanafi tetap membaca Basmalah sebelum Al-Fatihah secara sirr pada setiap rakaat sebagaimana mereka men-sirr-kan Bacaan "Amin" setelah Al-Fatihah, hal ini dilakukan dalam Shalat Munfarid. Adapun dalam Shalat berjamaah. Imam tidak membaca Basmalah. Ibnu Ma'ud mengatakan ada 4 hal yang di-sirrkan dalam shalay yaitu : At-Ta'awudz, Tasmiah, Ta'min, Tahmid.

Pendapat Mazhab Syafi'i :
Bismillahir rahmani rahiim adalah salat satu ayat dari Al-Fatihah. sebagaimana Hadits Shahih dari Bukhari, yaitu ketika Rasulullah menghitung 7 ayat dari Al-Fatihah, dan Rasulullah memasukkan Basmalah dalam hitungannya.

Pendapat ini didukung satu Hadits dari Daruquthni :

وروى الدارقطني عن أبي هريرة أنه صلّى الله عليه وسلم قال: «إذا قرأتم الحمد لله، فاقرؤوا بسم الله الرحمن الرحيم، إنها أم القرآن، وأم الكتاب، والسبع المثاني، وبسم الله الرحمن الرحيم إحدى آياتها»

"Jika kalian membaca 'Alhamdulillahi raabil 'alamiin' maka bacalah Bismillahir rahmanir rahim karena ia adalah Ummul Kitab, Ummul Qur'an, 7 yang selalu diulang-ulang dan Basmalah adalah salah satu ayat darinya."

Menurut mazhab Syafi'i, Basmalah dalam Al-Fatihah harus dibaca. Jika dalam Shalat yang Jahr, maka Basmalah juga di Jahr-kan seperti Jahr-nya Al-Fatihah secara keseluruhan. Pendapat ini juga didukung oleh riwayat Ibnu Abbas, bahwa Rasulullah men-jahrkan basmalah ketika membaca Al-Fatihah dalam Shalat Jahriyah karena Basmalah adalah salah satu ayat dari Al-Qur'an.

Pendapat Mazhab Maliki :
Mazhab yang bersanad kepada Malik bin Anas Rahimahullah ini berpendapat bahwa Basmalah bukan ayat dari Al-Fatihah, tidak dibaca dalam shalat wajib baik Jahr ataupun Sirr, dan basmalah tidak dibaca baik dalam surah al-fatihah dan surah lainnya . Pendapat Mazhab Maliki tidak berbeda dengan Pendapat Mazhab Hanafi.

Pendapat Mazhab Hanabil :
Mazhab Imam Ahmad bin Hanbal memiliki pendapat yang tidak jauh berbeda dengan mazhab Syafi'i. Basmalah merupakan ayat dari Al-Fatihah, akan tetapi basmalah dibaca secara Sirr. Imam Ahmad bin Hanbal menempuh jalan menggabungkan dua hadits tentang cara Nabi membaca Basmalah dalam Al-Fatihah.

Kesimpulannya :
Hanafi : Basmalah bukan ayat dari Al-Fatihah, akan tetapi tetap dibaca dalam Shalat secara sirr.
Maliki : Basmalah bukan ayat dari Al-Fatihah, dan tidak membacanya dalam Shalat.
Syafi'i : Basmalah adalah ayat dari Al-Fatihah, membacanya wajib dan men-jahr jika dibaca dalam shalat Jahr.
Hanbali : Basmalah adalah ayat dari Al-Fatihah, membacanya wajib tetapi secara sirr.

Mudah-mudah ada manfaat penjelasan singkat ini.
Sumber : Kitab Fiqhul Islami wa Adillatuhu, Prof. Wahbah Zuhayli
SHARE

Ibnu Hisham Az-Zuhri

Hi. I’I'm Writer and owner of this site. I’m CEO/Founder of Maktabah Az-Zuhri. I’m Islamic educator, Islamist Activist, Speaker, Writer and Student. Inspired to make things looks better.

  • Image
  • Image
  • Image
  • Image
  • Image
    Blogger Comment
    Facebook Comment

3 comments:

  1. Pertahankan, Keren nih.
    Isinya ringkas dan padat.
    Dari pada panjang, capek kita baca.

    ReplyDelete
  2. sy bermazhab syafei.solat sy masih sah walaupun sy tidak membaca basmalah dalam solat kerana sy bersandarkan mazhab maliki.

    ReplyDelete