Hosting Murah

Upgrade website/ blog menjadi .com atau .id hanya Rp.1000/ bulan Di sini

Pendapat-Pendapat tentang Ayat yang Terakhir turun dari Al-Quran


AYAT YANG TERAKHIR TURUN
            Permasalahan soal ayat yang terakhir turun sampai sekarang menjadi Ikhtilaf yang Masyhur. Dikarenakan banyak Hadits yang menjelaskan tentang perkara ini dan hampir semuanya shahih.
            Imam Baihaqi Rahimahullah mengatakan sebab terjadi Ikhtilaf ini dalam Kitab Dalail Nubuwah : هذا إختلاف يرجع – و الله أعلم – الى أن كل واحد منهم أخبر بما عنده من العلم, او اراد أن ما ذكر أواخر آيآت التي نزلت و الله أعلم [1]
          Qadi Abu Bakr juga berkata : tidak ada riwayat yang langsung dari Nabi tentang masalah ini, banyak dari sahabat berijtihad mengenai masalah ini, ada yang mengira-ngira, ada juga yang meriwayatkan apa yang terakhir mereka dengar dari rasul. Wallahu A’lam.
            Mengenai masalah ini terdapat 8 pendapat dan kami akan memaparkan kesemuanya secara ringkas dengan mencantumkan dalilnya

            Pendapat pertama adalah Surah Al-Baqarah ayat 278 adalah yang terakhir turun berdasarkan Hadits dari Umar bin Khattab dan Ibnu ‘Abbas Radhiya Allahu ‘anhuma :

عن ابن عباس -رضي الله عنهما- قال: "آخر آية نزلت على النبي صلى الله عليه وسلم آية الربا"[2]


ما رواه الإمام أحمد في مسنده وابن ماجه والبيهقي عن سعيد بن المسيب قال: قال عمر رضي الله عنه: "إن آخر ما نزل من القرآن آية الربا وأن رسول الله -صلى الله عليه وسلم- قبض ولم يفسرها فدعوا الربا والريبة" وفي لفظ آخر "إن من آخر ما أنزل آية الربا..[3]


            Bunyi ayat surah Al-Baqarah ayat 278 adalah :
{يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَذَرُوا مَا بَقِيَ مِنَ الرِّبا إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ}
            Pendapat kedua adalah Surah Al-Baqarah ayat 281 :
{وَاتَّقُوا يَوْمًا تُرْجَعُونَ فِيهِ إِلَى اللَّهِ ثُمَّ تُوَفَّى كُلُّ نَفْسٍ مَا كَسَبَتْ وَهُمْ لا يُظْلَمُونَ}
Dasar pendapat mereka adalah beberapa Hadits
من طريق عكرمة عن ابن عباس رضي الله عنهما قال: آخر شيء نزل من القرآن: {وَاتَّقُوا يَوْمًا تُرْجَعُونَ فِيهِ إِلَى اللَّهِ} الآية ورواه الطبري بلفظ: آخر آية نزلت على النبي صلى الله عليه وسلم: {وَاتَّقُوا يَوْمًا تُرْجَعُونَ فِيهِ إِلَى اللَّهِ}[4]
Dalam Tafsir At-Thabari, Ibnu Jarir Ath-Thabari mengakatakan bahwa ayat ini merupakan yang terakhir turun. Beliau mendasarkan pendapatnya pada Hadits Ibnu ‘Abbas
ما أخرجه ابن جرير الطبري عن الضحاك وعن ابن جريج كلاهما عن ابن عباس رضي الله عنهما قال: آخر آية نزلت من القرآن: {وَاتَّقُوا يَوْمًا}الآية قال ابن جريج: يقولون: إن النبي -صلى الله عليه وسلم- مكث تسع ليال وبدئ يوم السبت ومات يوم الاثنين[5]

Ibnu Jarir merupakan orang yang paling bersungguh dalam mencari ayat terakhir turun, dan beliau sangat meyakini bahwa Al-Baqarah ayat 281 merupakan yang terakhir turun. Dari sumber diatas diketahui ayat ini turun 9 Malam sebelum Rasulullah Wafat. Wallahu A’lam.
Pendapat ketiga. Ayat yang terakhir turun merupakan ayat tentang hutang dan merupakan ayat terpanjang dalam Al-Quran, yaitu surah Al-Baqarah ayat 282 :
{يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا تَدَايَنْتُمْ بِدَيْنٍ إِلَى أَجَلٍ مُسَمّىً فَاكْتُبُوهُ ... }
Pendapat ini juga dikemukan oleh Ath-Thabari dan Suyuthi dalam Tafsir Thabari dan Al-Itqan. Melalui Hadits :
ما أخرجه أبو عبيدة في الفضائل عن ابن شهاب قال: آخر القرآن عهدًا بالعرش آية الربا وآية الدين[6]

Imam As-Suyuthi berpendapat bahwa ketiga Pendapat tentang ayat terakhir turun (278,281,282) adalah pendapat tershahih, Namun beliau tidak mengetahui manakah diantara ketiganya yang paling terakhir. Hal ini disebabkan Asbabun Nuzul ketiga ayat itu sama dan turun pada waktu yang sama. Begitu juga dalam penyusunan Mushaf, ketiga ayat itu disusun berdekatan.
Sehingga Imam Suyuthi mengatakan bahwa ketiga pendapat ini merupakan pendapat yang satu. Imam Muhammad bin Ismail Al-Bukhari juga setuju bahwa ketiganya merupakan pendapat ter-shahih, Beliau mengisyaratkan dalam Shahihnya[7].
Pendapat keempat, Ayat yang terakhir turun adalah Ayat terakhir dari Surah An-Nisa ayat 176 tentang Warisan Kalalah :
{يَسْتَفْتُونَكَ قُلِ اللَّهُ يُفْتِيكُمْ فِي الْكَلالَةِ}
Kesimpulan ini didasari oleh beberapa Hadits dari Bukhari dan Muslim
عن البراء بن عازب رضي الله عنه قال: آخر سورة نزلت براءة، وآخر آية نزلت يستفتونك[8]
ولمسلم عن البراء "آخر آية أنزلت آية الكلالة وآخر سورة أنزلت براءة" وفي لفظ آخر سورة أنزلت كاملة[9]
Menurut Fahd Rumi ayat diatas merupakan ayat terakhir turun yang berkaitan dengan mawarits, bukan ayat terakhir turun dari Al-Quran secara muthlaq. Selain itu dalam 3 pendapat pertama sudah dijelaskan, bahwa ayat 281,278,282 dari surah Baqarah itu turun 9 malam sebelum Rasul wafat. Sementara dalam Hadits Bara bin Azib tidak dijelaskan kapan ayat ini turun.
Pendapat kelima adalah surah An-Nisa ayat 93 :
{وَمَنْ يَقْتُلْ مُؤْمِنًا مُتَعَمِّدًا فَجَزَاؤُهُ جَهَنَّمُ خَالِدًا فِيهَا وَغَضِبَ اللَّهُ عَلَيْهِ وَلَعَنَهُ وَأَعَدَّ لَهُ عَذَابًا عَظِيمًا}
Pendapat ini disimpulkan dari Hadits riwayat Muslim An-Naisabur.
سعيد بن جبير قال: آية اختلف فيها أهل الكوفة، فرحلت فيها إلى ابن عباس فسألته عنها، فقال: نزلت هذه الآية {وَمَنْ يَقْتُلْ مُؤْمِنًا مُتَعَمِّدًا فَجَزَاؤُهُ جَهَنَّمُ} هي آخر ما نزل وما نسخها شيء[10]
Fahd Rumi berpendapat bahwa ayat ini adalah ayat terakhir turun yang berkaitan dengan masalah “pembunuhan”. Dan hal ini sama kasusnya dengan ayat 176 dari surah An-Nisa yang merupakan ayat terakhir tentang Warisan.
Dalam Riwayat Muslim, Ibnu ‘Abbas di tanyai Said bin Jabir tentang taubat orang yang membunuh. Beliau menjawab tidak ada taubat bagi orang yang membunuh. Said kemudian membacakan surah Al-Furqan ayat 68 yang berkaitan dengan Taubat bagi orang semua orang, Tapi Ibnu ‘Abbas mengatakan ayat itu telah Mansukh oleh ayat 93 dari surah An-Nisa. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ayat 93 Surah An-Nisa merupakan yang terakhir turun dalam hal hukum Pembunuhan. Imam Suyuthi bahkan berpendapat bahwa ini pendapat yang Gharib. Wallahu A’lam.
Pendapat keenam, Beberapa Ulama berpendapat bahwa ayat Al-Quran yang terakhir turun adalah surah At-Taubah ayat 128,129 :
{لَقَدْ جَاءَكُمْ رَسُولٌ مِنْ أَنْفُسِكُمْ عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيصٌ عَلَيْكُمْ بِالْمُؤْمِنِينَ رَءوفٌ رَحِيمٌ، فَإِنْ تَوَلَّوْا فَقُلْ حَسْبِيَ اللَّهُ لا إِلَهَ إِلَّا هُوَ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَهُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ}
            Dalil dari pendapat ini adalah Hadits dari Ibn Ka’b :
آخر ما نزل من القرآن: {لَقَدْ جَاءَكُمْ رَسُولٌ مِنْ أَنْفُسِكُمْ عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيصٌ عَلَيْكُمْ بِالْمُؤْمِنِينَ رَءوفٌ رَحِيمٌ}[11]
            Dan beberapa Hadits lainnya, Imam As-Suyuthi juga meriwayatkan pendapat ini dalam kitab Al-Itqaan. Pendapat ini juga dikemukkan oleh Abu Shaikh dalam Tafsirnya, nama asli beliau adalah Abdullah bin Muhammad bin Ja’far bin Hayyan Al-Anshari.
            Ayat ini adalah ayat terakhir surah At-Taubah, bukanlah ayat Al-Quran yang terakhir turun. Pada masa pengumpulan Al-Quran di zaman Abu Bakar Radhi Allahu ‘anhu, Ibn Abu Ka’b berkata bahwa ayat ini belum terkumpul, beliau mengingat Perkataan Rasul tentang kedua Ayat ini, sehingga mereka (pengumpul Al-Quran) mengumpulkannya.
            Pendapat ketujuh, Ayat yang terakhir turun adalah surah Ali ‘Imran ayat 195 :
{فَاسْتَجَابَ لَهُمْ رَبُّهُمْ أَنِّي لا أُضِيعُ عَمَلَ عَامِلٍ مِنْكُمْ مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَى بَعْضُكُمْ مِنْ بَعْضٍ}
          Mereka yang menyimpulkan pendapat ini menggunakan Hadits Ummu Salamah sebagai dalilnya :
عن أم سلمة -رضي الله عنها- قالت: آخر آية نزلت هذه الآية: {فَاسْتَجَابَ لَهُمْ رَبُّهُمْ} إلى آخرها[12]
            Bantahan untuk pendapat ini adalah. Ayat ini merupakan ayat yang terakhir turun yang isinya menyebutkan Wanita. Pendapat ini dikeluarkan oleh Imam As-Suyuthi dalam Itqaan juz 1 hal 37.
            Pendapat ke delapan, mereka berpendapat bahwa ayat terakhir surah Al-Kahfi. Thabari mencantumkan dalam Tafsirnya, berdasarkan pendapat Amru bin Qais Al Kindi. Beliau mendengar Muawiyah bin Abi Sufyan membaca ayat :
{فَمَنْ كَانَ يَرْجُوا لِقَاءَ رَبِّهِ فَلْيَعْمَلْ عَمَلًا صَالِحًا وَلا يُشْرِكْ بِعِبَادَةِ رَبِّهِ أَحَدًا}[13]
            Setelah membaca Muawiyah berkata, “Ini adalah ayat yang terakhir turun dari Al-Quran”[14].
            Ibnu Katsir memberi komentar tentang pendapat ini, “Ini merupakan Atsar yang bermasalah. Sesungguhnya Ayat ini adalah akhir surah Al-Kahfi, dan Surah Al-Kahfi adalah Makkiyah secara keseluruhan. Barangkali Muawiyah bermaksud bahwa tidak lagi diturunkan ayat yang menasakhnya dan juga tidak di ganti hukumnya. Dan tercantum Hukum dalam Ayat ini. Maka saya curiga atas sebagian perawi meriwayatkan sesuai dengan pemahamannya. Wa Allahu A’lam[15].
            Imam Suyuthi juga berpendapat bahwa pendapat ini adalah pendapat yang asing sebagaimana dicantumkan dalam kitab Al-Itqaan.
            Dan kedelapan riwayat ini, merupakan riwayat yang baik. Dan masih banyak pendapat lainnya, termasuk pendapat yang lemah.
            Maka menimbulkan pertanyaan, kemanakah ayat 3 surah Al-Maidah yang sangat Masyhur di kenal sebagai Ayat yang terakhir turun. Sementara dalam ayat ini dikatakan bahwa “kusempurnakan agama kalian”. Jika ini bukan ayat yang terakhir turun, kenapa tercantum kata-kata tersebut?
            Jawaban untuk pertanyaan ini adalah :
Ayat ini turun pada hari ‘arafah pada tahun 10 hijriah, saat beliau sedang berkhutbah. Rasulullah wafat pada 12 Rabi’ul Awal tahun 11 Hijriah. Yang bermakna ada sekitar 81 hari sebelum beliau wafat. Padahal ayat 281 surah Al-Baqarah turun 9 malam sebelum Rasulullah Wafat. Dan ini memberi pemberitahuan bahwa “Kusempurnakan” bukan bermakna menyempurnakan penurunan Al-Quran. Dan Ulama memberikan beberapa jawaban terhadap masalah ini :
1.      Riwayat Ibnu Jarir, dari Ibnu ‘Abbas : makna “Kusempurnakan Agama kalian” adalah Islam. Allah mengabarkan Nabinya dan orang yang beriman, bahwa Allah sudah menyempurnakan Iman mereka sehingga tidak perlu penambahan lagi karena Allah sudah menyempurnakannya. Dan juga tidak perlu pengurangan lagi, sungguh Allah telah Ridha dan tidak akan membenci lagi. Sementara makna “Kusempurnakan Nikmatku kepada kalian” adalah kebebasan Muslimin dari Musyrikin dalam Baitul Haram saat berhaji dan ini merupakan Nikmat Allah.[16]
2.      Makna “Ikmalud din” adalah kesempurnaan Haji. Yang memberikan Makna baru yaitu Hajinya kaum Muslimin tanpa Kaum musyrikin dan tidak akan bercampur lagi diantara keduanya di Baitul Haram
3.      Bebasnya Muslim dari Kaum Musyrik di Masy’ar haram(Mina, Muzdalifah).
Jadi dapat disimpulkan bahwa Al-Maidah ayat 3 bukanlah ayat yang terakhir turun karena beberapa alasan di atas. Dan telah sepakat Jumhur bahwa 3 pendapat pertama adalah pendapat terkuat dan terbenar.
            Dan dalam buku Wadhih fi Ulumil Quran karya Musthafa Daibul Bagha, beliau memberikan sebuah kesimpulan yang jelas yaitu Ayat 176 surah An-Nisa adalah Ayat tentang Mawarits yang terakhir turun, Ayat 3 Surah Al-Maidah adalah ayat tentang Halal dan Haram yang terakhir turun, dan Al-Baqarah ayat 281 adalah ayat yang terakhir turun secara Mutlak.[17] Ini adalah kesimpulan yang paling singkat dan jelas.


[1]  Dalail Nubuwah, Imam Baihaqi juz 7 hal 139
[2]  Shahih Bukhari juz VI hal 33 no 4544
[3]  Riwayat Imam Ahmad, Ibnu Majah dan Baihaqi
[4] Riwayat Nasai dan Baihaqi
[5]  Tafsir Ath Thabari, Ibnu Jarir Ath-Thabari juz VI hal 41
[6] Al-Itqaan, Imam Suyuthi juz 1 hal 36
[7]  Dirasah fi ulumil quran, Fahd Ruumi juz 1 hal 237
[8]  Shahih Bukhari, Muhammad bin Ismail juz 8 hal 53
[9]  Shahih Muslim, Muslim bin Hajajj Naisabur juz 3 hal 1236 dan 1237
[10]  Shahih Muslim, Muslim bin Hajajjj Naisabur juz 8 hal 182
[11]  Mustadrak Imam Al-Hakim juz II hal 238
[12]  Darul Mantsur, Imam Suyuthi juz 2 hal 112
[13]  Al Kahfi ayat 110
[14]  Tafsir Ath-Thabari juz 16 hal 40
[15]  Tafsir Ibnu Katsir juz 3 hal 122
[16]  Tafsir Ath-Thabri juz 9 hal 518
[17]  Wadhih Fi Ulumil Quran Musthafa Bagha hal 57
SHARE

Ibnu Hisham Az-Zuhri

Hi. I’I'm Writer and owner of this site. I’m CEO/Founder of Maktabah Az-Zuhri. I’m Islamic educator, Islamist Activist, Speaker, Writer and Student. Inspired to make things looks better.

  • Image
  • Image
  • Image
  • Image
  • Image
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Post a Comment