Hosting Murah

Upgrade website/ blog menjadi .com atau .id hanya Rp.1000/ bulan Di sini

Pendapat-Pendapat tentang Ayat Pertama Turun dari Al-Quran


Sudah Lazim ditelinga kita tentang ayat yang pertama turun yaitu Al-Alaq ayat 1-5. Dan riwayat ini memang benar adanya sesuai dengan Hadits yang di keluarkan oleh Imam Bukhari Rahimahullah dalam Shahihnya  :
حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ بُكَيْرٍ، قَالَ: حَدَّثَنَا اللَّيْثُ، عَنْ عُقَيْلٍ، عَنِ ابْنِ شِهَابٍ، عَنْ عُرْوَةَ بْنِ الزُّبَيْرِ، عَنْ عَائِشَةَ أُمِّ المُؤْمِنِينَ أَنَّهَا قَالَتْ: أَوَّلُ مَا بُدِئَ بِهِ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنَ الوَحْيِ الرُّؤْيَا الصَّالِحَةُ فِي النَّوْمِ، فَكَانَ لاَ يَرَى رُؤْيَا إِلَّا جَاءَتْ مِثْلَ فَلَقِ الصُّبْحِ، ثُمَّ حُبِّبَ إِلَيْهِ الخَلاَءُ، وَكَانَ يَخْلُو بِغَارِ حِرَاءٍ فَيَتَحَنَّثُ فِيهِ - وَهُوَ التَّعَبُّدُ - اللَّيَالِيَ ذَوَاتِ العَدَدِ قَبْلَ أَنْ يَنْزِعَ إِلَى أَهْلِهِ، وَيَتَزَوَّدُ لِذَلِكَ، ثُمَّ يَرْجِعُ إِلَى خَدِيجَةَ فَيَتَزَوَّدُ لِمِثْلِهَا، حَتَّى جَاءَهُ الحَقُّ وَهُوَ فِي غَارِ حِرَاءٍ، فَجَاءَهُ المَلَكُ فَقَالَ: اقْرَأْ، قَالَ: «مَا أَنَا بِقَارِئٍ»، قَالَ: " فَأَخَذَنِي فَغَطَّنِي حَتَّى بَلَغَ مِنِّي الجَهْدَ ثُمَّ أَرْسَلَنِي، فَقَالَ: اقْرَأْ، قُلْتُ: مَا أَنَا بِقَارِئٍ، فَأَخَذَنِي فَغَطَّنِي الثَّانِيَةَ حَتَّى بَلَغَ مِنِّي الجَهْدَ ثُمَّ أَرْسَلَنِي، فَقَالَ: اقْرَأْ، فَقُلْتُ: مَا أَنَا بِقَارِئٍ، فَأَخَذَنِي فَغَطَّنِي الثَّالِثَةَ ثُمَّ أَرْسَلَنِي، فَقَالَ: {اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ. خَلَقَ الإِنْسَانَ مِنْ عَلَقٍ. اقْرَأْ وَرَبُّكَ الأَكْرَمُ} [العلق:2] " فَرَجَعَ بِهَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَرْجُفُ فُؤَادُهُ، فَدَخَلَ عَلَى خَدِيجَةَ بِنْتِ خُوَيْلِدٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا، فَقَالَ: «زَمِّلُونِي زَمِّلُونِي» فَزَمَّلُوهُ حَتَّى ذَهَبَ عَنْهُ الرَّوْعُ، فَقَالَ لِخَدِيجَةَ وَأَخْبَرَهَا الخَبَرَ: «لَقَدْ خَشِيتُ عَلَى نَفْسِي» فَقَالَتْ خَدِيجَةُ: كَلَّا وَاللَّهِ مَا يُخْزِيكَ اللَّهُ أَبَدًا، إِنَّكَ لَتَصِلُ الرَّحِمَ، وَتَحْمِلُ الكَلَّ، وَتَكْسِبُ المَعْدُومَ، وَتَقْرِي الضَّيْفَ، وَتُعِينُ عَلَى نَوَائِبِ الحَقِّ، فَانْطَلَقَتْ بِهِ خَدِيجَةُ حَتَّى أَتَتْ بِهِ وَرَقَةَ بْنَ نَوْفَلِ بْنِ أَسَدِ بْنِ عَبْدِ العُزَّى ابْنَ عَمِّ خَدِيجَةَ وَكَانَ امْرَأً تَنَصَّرَ فِي الجَاهِلِيَّةِ، وَكَانَ يَكْتُبُ الكِتَابَ العِبْرَانِيَّ، فَيَكْتُبُ مِنَ الإِنْجِيلِ بِالعِبْرَانِيَّةِ مَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ يَكْتُبَ، وَكَانَ شَيْخًا كَبِيرًا قَدْ عَمِيَ، فَقَالَتْ لَهُ خَدِيجَةُ: يَا ابْنَ عَمِّ، اسْمَعْ مِنَ ابْنِ أَخِيكَ، فَقَالَ لَهُ وَرَقَةُ: يَا ابْنَ أَخِي مَاذَا تَرَى؟ فَأَخْبَرَهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَبَرَ مَا رَأَى، فَقَالَ لَهُ وَرَقَةُ: هَذَا النَّامُوسُ الَّذِي نَزَّلَ اللَّهُ عَلَى مُوسَى، يَا لَيْتَنِي فِيهَا جَذَعًا، لَيْتَنِي أَكُونُ حَيًّا إِذْ يُخْرِجُكَ قَوْمُكَ، فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «أَوَ مُخْرِجِيَّ هُمْ»، قَالَ: نَعَمْ، لَمْ يَأْتِ رَجُلٌ قَطُّ بِمِثْلِ مَا جِئْتَ بِهِ إِلَّا عُودِيَ، وَإِنْ يُدْرِكْنِي يَوْمُكَ أَنْصُرْكَ نَصْرًا مُؤَزَّرًا. ثُمَّ لَمْ يَنْشَبْ وَرَقَةُ أَنْ تُوُفِّيَ، وَفَتَرَ الوَحْيُ (رواه بخاري)

                Dari Hadits diatas dapat kita ketahui bahwa Rasulullah mendapatkan Wahyu pertama kali di Gua Hira, dan ayat yang pertama turun menurut Hadits di atas adalah 5 ayat pertama surah Al-‘Alaq.
            Menurut riwayat terkuat adalah beliau saat itu berusia 40 tahun lebih beberapa bulan menurut hitungan kalender Qamariyyah.

            Dan Hadits diatas juga menerangkan bahwa Rasul adalah seorang yang Ummi yaitu tidak bisa membaca melalui kalimat “Saya tidak bisa membaca”. Dan ini tentunya menentang tuduhan orientalis tentang Al-Quran yang meurut mereka merupakan hasil karya dari Muhammad Shalla Allahu ‘alaihi Wa Sallam.
            Sekalipun Hadits diatas sudah Shahih. Ada beberapa Ulama yang berbeda pendapat tentang ayat yang pertama turun. Dan tentunya mereka punya dalil sendiri.
            Ada Ulama yang berpendapat bahwa Al Mudattsir adalah surah yang pertama diturunkan. Karena ada hadits :

حَدَّثَنَا إِسْحَاقُ بْنُ مَنْصُورٍ، حَدَّثَنَا عَبْدُ الصَّمَدِ، حَدَّثَنَا حَرْبٌ، حَدَّثَنَا يَحْيَى، قَالَ: سَأَلْتُ أَبَا سَلَمَةَ: أَيُّ القُرْآنِ أُنْزِلَ أَوَّلُ؟ فَقَالَ: {يَا أَيُّهَا المُدَّثِّرُ} [المدثر: 1]، فَقُلْتُ: أُنْبِئْتُ أَنَّهُ: {اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ} [العلق: 1]، فَقَالَ أَبُو سَلَمَةَ سَأَلْتُ جَابِرَ بْنَ عَبْدِ اللَّهِ أَيُّ القُرْآنِ أُنْزِلَ أَوَّلُ؟ فَقَالَ: {يَا أَيُّهَا المُدَّثِّرُ} [المدثر: 1] فَقُلْتُ: أُنْبِئْتُ أَنَّهُ: {اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ} [العلق: 1]، فَقَالَ: لاَ أُخْبِرُكَ إِلَّا بِمَا قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: " جَاوَرْتُ فِي حِرَاءٍ، فَلَمَّا قَضَيْتُ جِوَارِي هَبَطْتُ، فَاسْتَبْطَنْتُ الوَادِيَ فَنُودِيتُ فَنَظَرْتُ أَمَامِي وَخَلْفِي، وَعَنْ يَمِينِي وَعَنْ شِمَالِي، فَإِذَا هُوَ جَالِسٌ عَلَى كُرْسِيٍّ بَيْنَ السَّمَاءِ وَالأَرْضِ، فَأَتَيْتُ خَدِيجَةَ فَقُلْتُ: دَثِّرُونِي، وَصُبُّوا عَلَيَّ مَاءً بَارِدًا، وَأُنْزِلَ عَلَيَّ: {يَا أَيُّهَا المُدَّثِّرُ قُمْ فَأَنْذِرْ وَرَبَّكَ فَكَبِّرْ} [المدثر: 2] "[1]

            Hadits diatas memang menjelaskan bahwa Al-Mudatsir adalah ayat yang pertama turun. Tapi Ibnu Hajar Rahimahullahu memberi komentar dalam Fathul Bari-nya tentang hadits ini, beliau menyatakan bahwa Al-Mudattsir adalah ayat yang pertama diturunkan dengan maksud khusus yaitu menyampaikan risalah, bukan berarti secara mutlak ayat ini merupakan yang pertama turun. Ayat ini turun setelah rasul pulang dari gua hira, ketika menemui khadijah beliau mengatakan “ Selimutilah aku” kemudian Jibril datang. Ini bermakna bahwa ayat ini turun setelah Al-Alaq karena Al-Alaq turun saat Rasul berada di Gua Hira.
            Fahd Ar-Rumi juga mengatakan bahwa Mudattsir adalah ayat yang menandakan Kerasulan Muhammad Shalla Allahu ‘alaihi wa Sallam, dan Al-Alaq menandakan Kenubuwahhan Muhammad Shalla Allahu ‘alaihi wa sallam[2].
            Ada juga pendapat lain yang mengatakan bahwa ayat yang pertama turun adalah Surah Fatihah berdasarkan Hadits yang menceritakan tentang pertemuan Nabi dengan Waraqah bin Naufal. Tapi Hadits tersebut mursal dan menurut matannya Al-Fatihah turun setelah Al-Alaq dan Mudattsir yang bermakna bukan yang yang pertama turun.
            Al-Fatihah sendiri ikhtilaf soal kapan turunnya, beberapa berpendapat turun di Madinah dan beberapa yang lain mengatakan turun di Makkah. Dalam kitab Tarikh Nuzulil Quran, Muhammad Ri’fat Said menempatkannya setelah Al Mudattsir[3].
            Dan pendapat terakhir, mereka mengatakan bahwa yang paling pertama turun adalah kalimat Bismillahirahmanirahim. Berdasarkan Hadits yang sama dengan pendapat turunnya Al-Fatihah, yang sudah kami paparkan diatas dan hadits tersebut adalah Mursal sehingga lemah. Juga beberapa Hadits lainnya.
            Dalam Tafsir Ath-Thabari dikatakan bahwa jibril sebelum menyampaikan surah Iqra, Jibril terlebih dahulu memerintahkan Muhammad membaca Basmalah kemudian menyambung dengan Surah Al-‘Alaq[4].
Tapi Ibnu Katsir Ad-Dimasyqi Rahimahullah mengatakan dalam Tafsirnya pendapat ini adalah Gharib(asing) dan Ibnu Katsir meletakkan pendapat ini dalam Tafsirnya sebagai pengetahuan semata, namun sanad pendapat ini Dhaif dan terpotong[5].
Dari seluruh pendapat yang kami kemukakan diatas, pendapat terkuat adalah pendapat pertama yaitu Surah Al-‘Alaq adalah yang pertama kali turun dari Baitul Izzah ke Nabi Muhammad.
Pendapat ini berdasarkan Hadits dari ‘Aisyah yang juga telah kami paparkan. Dan Rasulullah saat itu berada di gua Hira. Surah Al-‘Alaq merupakan surah yang menandakan nubuwah Nabi, yang bermakna bahwa Muhammad diangkat menjadi Nabi adalah pada saat turun 5 ayat pertama surah Al-‘Alaq.
Sementara surah Al-Mudatstsir : {يَا أَيُّهَا المُدَّثِّرُ قُمْ فَأَنْذِرْ وَرَبَّكَ فَكَبِّرْ} merupakan ayat yang menandakan Kerisalahan Muhammad Shallahu ‘alaihi wa sallam. Dan ayat ini turun setelah surah Al-‘Alaq. Dengan turunnya Al-Mudattsir maka Muhammad diangkat menjadi Rasulullah.
Jika kita meninjau dari segi Asbabun Nuzul, Al-Mudattsir turun setelah Al-‘Alaq turun, karena Al-‘Alaq turun disaat Nabi di dalam gua Hira, sementara Al-Mudattsir turun setelah Nabi pulang ke rumah dan meminta Khadijah menyelimutinya.
Maka pendapat terbenar adalah :
            “Surah Al-‘Alaq adalah surah yang pertama turun”
Wallahu a’lam
Rujukan

[1] Shahih Bukhari, Muhammad bin Ismail al-Bukhari juz 6 hal 162 no 4924 ; Fathul Bari, Ibnu Hajar Asqalany juz 8 hal 678
[2] Dirasah fi Ulumil Quran, Fahd Rumi juz I hal 229-230
[3] Tarikh Nuzulul Quran, Muhammad Ri’fat Said hal 117
[4] Tafsir At-Thabari juz 1 hal 113
[5] Tafsir Al-Quranil Azhim, Ibnu Katsir juz I hal 16
SHARE

Ibnu Hisham Az-Zuhri

Hi. I’I'm Writer and owner of this site. I’m CEO/Founder of Maktabah Az-Zuhri. I’m Islamic educator, Islamist Activist, Speaker, Writer and Student. Inspired to make things looks better.

  • Image
  • Image
  • Image
  • Image
  • Image
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Post a Comment