Hosting Murah

Upgrade website/ blog menjadi .com atau .id hanya Rp.1000/ bulan Di sini

Teori dan Praktek mana yang lebih penting

    Teori dan Praktek, kedua-duanya adalah unsur dalam pendidikan. Kedua-duanya penting tapi mana yang lebih penting. Hal ini adalah permasalah hari ini, mari kita bahas.
    Teori lebih mengandalkan otak kiri. Sementara Praktek lebih mengandalkan otak kanan. Hari ini di setiap sekolah baik SD,SMP, SMA, Universitas di Indonesia menerapkan pendidikan teori alias hanya berada di dalam ruang kelas di bandingkan Pendidikan Praktek alias di lapangan. Hal ini akan membuat lulusan dari sekolah tersebut menjadi orang kantoran. Teori menuntut orang untuk menghafal yang  kuno bukan berpikir untuk hal baru
    Menurut survey yang saya lakukan sendiri. Siswa akan senang jika masuk guru pelajaran yang mendidik pelajaran praktek(Olahraga, TIK, Bahasa, dan yang berhubungan dengan laboratorium) dibandingkan guru teori(PkN, Sejarah, Matematika, Sosiologi). Maka dapat kita ambil kesimpulan bahwa praktek lebih di senangi dari pada teori.

    Guru yang menerapkan teori mendidik siswanya untuk menjawab soal ujian, mendapat nilai yang tinggi bukan untuk kehidupan siswa tersebut kedepan.masalah mampu tidak mampu bukanlah urusan guru tersebut.  Mungkin ini tergantung pada niat sang pelajar, tapi jika gurunya tidak mengajar untuk menjawab soal ujian, pasti muridnya juga tidak sekolah untuk ujiankan.
    Sementara Pelajaran praktek menuntut siswa untuk mampu dan terampil, nilai yang tinggi adalah masalah belakang. Jika murid tersebut belum mampu guru tersebut akan mendidik muridnya sampai bisa. Buat apa seseorang pintar berbicara sementara dia tidak bisa melakukan apa yang di bicarakan. Buat apa seseorang mengetahui teori menendang bola yang bagus, tapi dia tidak bisa menendang bola tersebut.
    Supaya menjadi bahan renungan kita tilik hal berikut. Orang akan berdosa jika dia bisa menghafal semua hukum Tajwid tapi tidak dapat membaca Al-qur’an menurut Tajwid. Orang yang membaca Al-qur’an tapi tidak mengetahui apa yang di bacanya. Saya rasa itu cukup untuk jadi bahan renungan kita semua.
    Setelah bicara sebab kita bicara Akibat. Pengangguran di Indonesia tinggi karena orang Indonesia kurang kreatif. Kenapa kurang kreatif?, karena mereka hanya di ajarkan untuk mengikuti apa yang ada tapi tidak di ajarakan membuat sesuatu yang baru(dalam ruang lingkup lapangan kerja). Indonesia memiliki SDA yang tinggi tapi tidak bisa mengolahnya karena kurang SDM sehingga harus di olah oleh Negara lain. Orang Indonesia hanya mengetahui teori pengolahan minyak tapi tidak bisa melakukan pengolahan minyak. Aneh ya, tapi itulah yang akan tejadi jika terus begantung pada teori
    Jadi sudah dapat di mengertikan. Praktek lebih penting dari teori tapi jangan pula teori itu di tinggalakan. Mudah-mudahan ada manfaatnya
SHARE

Ibnu Hisham Az-Zuhri

Hi. I’I'm Writer and owner of this site. I’m CEO/Founder of Maktabah Az-Zuhri. I’m Islamic educator, Islamist Activist, Speaker, Writer and Student. Inspired to make things looks better.

  • Image
  • Image
  • Image
  • Image
  • Image
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Post a Comment