Hosting Murah

Upgrade website/ blog menjadi .com atau .id hanya Rp.1000/ bulan Di sini

Penyakit Jiwa yang berhubungan dengan makanan

Ada beberapa orang yang mengidap penyakit mental yang berhubungan dengan makanan (ED=Eating Disorder). Kemungkinan ada kelainan dalam sistem hormonal tubuh, atau ada kelainan pada otak mereka yang membuat mereka menjadi bertingkah aneh terhadap makanan, atau terobsesi oleh suatu kondisi yang berhubungan dengan makanan.

Apabila Anda mengidap salah satu gangguan mental ini, sebaiknya segera melakukan konsultasi dengan ahlinya dan jangan menganggapnya hanya merupakan lelucon, tingkah aneh atau keyakinan dan prinsip. Untuk itu lihat saja daftar berikut ini.

1. Orthorexia
Ciri-cirinya adalah terobsesi dengan makan makanan-makanan sehat, penyakit ini bisa dikacaukan dengan diagnose sebagai anoreksia di mana perbedaan utamanya adalah alasan di balik kebiasaan makan ini. Anorexics (pengidap anarexia) terobsesi dengan pengurangan berat badan, sedangkan orthorexics (pengidap orthorexia) merasakan suatu kebutuhan akan makanan yang sehat atau makanan "murni" atau alami. Orthorexia tidak dikenal oleh DSM IV (Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders) dan secara umum tidak terdiagnose, tetapi gejalanya sedang mewabah dewasa ini. Anda dapat membaca cerita tragis tentang seorang gadis yang pada akhirnya menyerah pada orthorexia ini.


2. Prader-Willi Syndrom (PWS)
PWS disebabkan adanya cacat chromosomal. Ini bukanlah penyakit turunan dan penyakit ini bisa menyerang laki-laki atau perempuan semua ras. PWS dapat membawa serta sejumlah gejala-gejala termasuk kekurangan ketrampilan gerak motorik tubuh, pertumbuhan yang tidak sempurna, dan keterbelakangan mental. Sebagai tambahan, PWS juga menyebabkan selera yang tak terpuaskan. Meninggalkan sifat tidak terkendali, yang mana si penderita memakan – arti sebenarnya – diri sendiri sampai mati. Perawatan dengan hormon pertumbuhan dan diet kalori rendah mutlak harus dilakukan. Pada film serial televisi CSI tahun 2005, sindrom Prader-Willi diangkat sebagai salah satu tema cerita.

3. Pica
Pica barangkali penyakit paling menarik di daftar ini. Ini adalah gabungan antara kekacauan mental mengenai makanan dan masalah kejiwaan umum. Orang-orang dengan pica merasakan adanya paksaan untuk memakan benda yang bukan makanan dan bukan bahan nutrisi. Seperti memakan puntung rokok, obat nyamuk bakar, rambut, tanah, atau kaca dan benda tajam lainnya. Penderita pica beresiko sakit atau bahkan kematian disebabkan masuknya bahan-bahan berbahaya ke dalam tubuh.

4. Bigorexia
Bigorexia dikatakan sebagai lawan dari anorexia. Bigorexia adalah satu-satunya kekacauan mental disebabkan makanan di daftar ini dengan penderitanya lebih banyak pria dibanding wanita. Bigorexics adalah latihan penuh paksaan, mengambil suplemen tambahan, dan sangat memperketat diet mereka. Bagaimana pun berotot dan kekarnya tubuh mereka, mereka tetap merasa malu untuk memperlihatkan tubuh mereka karena mereka pikir tubuh mereka belum cukup bagus. Karena gangguan mental jenis ini sudah lama diihat sebagai penyakit anak perempuan sehingga banyak kaum yang mengidap gangguan malu untuk mengakuinya.

5. BED (Binge Eating Disorder=gangguan kesenangan berlebih dengan makanan)
BED adalah suatu kondisi yang terpisah dibanding bulimia. Kondisi ini dianggap sebagai kekacauan yang umum karena makanan, namun ditetapkan di dalam DSM IV sebagai suatu bagian dari EDNOS (Eating Disorder Not Otherwise Specified=Kekacauan makan bukan oleh sebab-sebab yang spesifik). Ini adalah suatu kategori yang luas dari kekacauan mental disebabkan makanan dengan ciri-ciri sebagai berikut:

- Pada perioide tertentu mengonsumsi makanan secara tidak terkontrol, baik jumlahnya maupun temponya, di luar serangan bisa normal kembali.

- Makan dengan gelisah, dan biasanya makan dalam jumlah berlebihan saat bosan, stres atau depresi. - Makan dalam jumlah besar walaupun tidak benar-benar lapar.
- Takut makan di depan orang lain karena malu dengan kelainan ini. - Timbul perasaan bersalah, menyesal diakhiri dengan depresi pada pasca serangan.

6. Anorexia Athletica
Sementara tidak secara teknis digolongkan sebagai penyakit terkait dengan makanan, karena orang yang menderita kekacauan ini hampir tidak pernah didiagnose tanpa kehadiran dari kekacauan yang lain. Seperti namanya, seseorang dengan anoreksia athletica melampaui perasaan yang normal dari kebanyakan kita setelah mereka menempuh sebuah latihan lari panjang yang bagus atau suatu sesi yang berhasil di dalam ruang senam atau fitness. Perasaan ini bukanlah pilihan untuk mereka pada penyakit ini, dan mereka sering kali mendorong diri mereka sendiri untuk melakukan tindakan berlebihan atau bahkan rasa sakit serius hanya untuk mendapatkan tubuh yang sempurna.

Source:http://www.forumbebas.com/thread-60233.html
SHARE

Ibnu Hisham Az-Zuhri

Hi. I’I'm Writer and owner of this site. I’m CEO/Founder of Maktabah Az-Zuhri. I’m Islamic educator, Islamist Activist, Speaker, Writer and Student. Inspired to make things looks better.

  • Image
  • Image
  • Image
  • Image
  • Image
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Post a Comment